Subnetting Dengan Metode VLSM

Saad Abdurrazaq Wed, April 6, 2016 2 Comments 1,634 views
Subnetting-Dengan-Metode-VLSM

Subnetting dengan metode VLSM pada dasarnya sama dengan subnetting dengan cara tradisional seperti yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya (http://kafeinkode.com/cara-mudah-belajar-ip-addressing-dan-subnetting/). Rumus untuk menghitung jumlah host per-subnet dan rumus untuk menghitung jumlah subnet masih sama dan masih berlaku, hanya saja subnetting dengan cara tradisional ini, pembagian host per-subnet seringkali tidak efisien dan tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan, alhasil banyak host yang tersisa dan tersia-siakan begitu saja, host-host yang tidak terpakai pun akhirnya terbuang nganggur.

Sedangkan pada subnetting dengan metode VLSM ini, kita bisa menekan dan menyesuaikan jumlah host sesuai dengan yang dibutuhkan, juga bisa mendapatkan porsi yang pas untuk setiap subnet sesuai kebutuhannya. Alhasil, tidak ada host yang terbuang dan tersia-siakan begitu saja. Dengan menggunakan metode VLSM untuk menyelesaikan sebuah kasus, kita tidak perlu lagi memakai metode subnetting dengan cara tradisional. Hanya saja untuk konsep, rumus ataupun perhitungannya masih tetap sama. Itulah penjabaran dan penjelasan mengenai subnetting dengan metode VLSM.

Untuk lebih jelasnya, sobat bisa mempelajari contoh kasus di bawah ini:

Subnetting Dengan Metode VLSM

vlsm
Diberikan sebuah IP 172.16.0.0 dengan kebutuhan host sebagai berikut:
1. Engineering membutuhkan 532 hosts.
2. Human resource membutuhkan 1046 hosts.
3. Sales membutuhkan 32 hosts.
4. Technical support membutuhkan 5 hosts.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengurutkan kebutuhan host dari yang paling besar sampai yang terkecil. Selanjutnya kita menentukan range IP untuk setiap router. Berikut penjabarannya:

1. Human resource: 1046 hosts.
2. Engineering: 532 hosts.
3. Sales: 32 hosts.
4. Technical support: 5 hosts.
5. Router 1 ke router 2 rangenya adalah 4. Nilai 4 didapat dari satu titik ke titik berikutnya ditambah dengan network address plus broadcast address.
6. Router 2 ke router 3 rangenya adalah 4. Nilai 4 didapat dari satu titik ke titik berikutnya ditambah dengan network address plus broadcast address.

Langkah kedua: Setelah diurutkan kebutuhan hostnya dari mulai yang terbesar sampai yang terkecil, dan juga setelah ditentukan range IP untuk setiap routernya, maka langkah selanjutnya adalah kita tinggal mensubnetnya saja dengan menggunakan metode VLSM. Rumus yang digunakan untuk subnetting dengan metode VLSM ini adalah total host <= 2y-2. Total host lebih kecil atau sama dengan 2y-2, di mana y merupakan sebuah nilai yang sesuai dengan parameter yang diinginkan. Sehingga hasilnya adalah seperti di bawah ini:

1. Human resource: 1046 hosts <= 211-2 = 2046 hosts.
2. Engineering: 532 hosts <= 210-2 = 1022 hosts.
3. Sales: 32 hosts <= 26-2 = 62 hosts.
4. Technical support: 5 hosts <= 23-2 = 6 hosts.

Langkah ketiga: Setelah diselesaikan dengan rumus diatas, maka kita ambil setiap nilai dari 4 tadi, yaitu 2046, 1022, 62, 6 untuk kemudian kita tentukan subnet mask dari 4 subnet tadi.

1. Human resource
satu
Bisa kita lihat pada gambar diatas, bit yang berwarna merah itulah yang dianggap. Sehingga CIDR dari human resource adalah /21, berarti subnet masknya adalah 255.255.248.0

2. Engineering
dua
CIDR untuk engineering adalah /22. Berarti subnet masknya adalah 255.255.252.0

3. Sales
tiga
CIDR untuk sales adalah /26. Berarti subnet masknya adalah 255.255.255.192

4. Technical support
empat
CIDR untuk technical support adalah /29. Berarti subnet masknya adalah 255.255.255.248

Langkah keempat: Setelah kita tentukan subnet masknya, langkah selanjutnya adalah menentukan rangenya. Untuk menentukan range, rumusnya adalah 256-nilai oktet terakhir subnet mask. Sehingga hasilnya adalah:

1. Human resource. 256-248 = 8
2. Engineering. 256-252 = 4
3. Sales. 256-192 = 64
4. Technical support. 256-248 = 8

Langkah kelima: Setelah diketahui rangenya, kita tinggal subnettingnya saja.

1. Human resource:    172.16.0.0 to 172.16.7.255 /21
2. Engineering:            172.16.8.0 to 172.16.11.255 /22
3. Sales:                      172.16.12.0 to 172.16.12.63 /26
4. Technical support:    172.16.12.64 to 172.16.12.71 /29
5. Router 1 to router 2: 172.16.12.72 to 172.16.12.75
6. Router 3 to router 4: 172.16.12.76 to 172.16.12.79

Dengan begitu selesailah sudah.

Itulah tutorial dari sata tentang subnetting dengan metode VLSM.
Semoga bermanfaat!

Is a web enthusiast from Indonesia. kafeinkode was created and written by Saad Abdurrazaq, it is built on WordPress. Love working with WordPress, programming, blogging, internet marketing, and all about computer soft skills.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. farraz.fauzan@yahoo.com'

    sulit sekali mas untuk dimengerti huhu

    Reply