Cara Mudah Belajar IP Addressing dan Subnetting | KafeinKode

Kursus bahasa arab berkualitas

Cara Mudah Belajar IP Addressing dan Subnetting

Anonim Sat, March 26, 2016 19 Comments 10,670 views



Hi all, udah sebulan gak ngeblog karena sedang fokus belajar networking. Dan akhirnya kini saya kembali lagi di hadapan kalian dengan membawa ilmu seputar networking, yaitu tentang cara mudah belajar IP addressing dan subnetting. Di mana materi yang saya bahas di sini tentang penghitungan IP addressing dan subnetiing tersebut merupakan materi wajib yang harus dipahami dan dikuasai oleh setiap network engineer pada umumnya dan setiap orang yang ingin mendapatkan sertifikat internasional level CCNA dari cisco pada khususnya.

Ok, tak usah panjang lebar. Seperti yang tertulis pada judul blog, cara mudah belajar IP addressing dan subnetting, saya akan menjelaskan cara yang paling mudah dan gak ribet menurut saya, dengan tujuan agar setiap pembaca mudah memahami teknik subnetting dan IP addressing tersebut.

Cara-Mudah-Belajar-IP-Addressing-dan-Subnetting

Sebelumnya, saya ingin mengingatkan sobat semuanya bahwa mempelajari teknik IP addressing dan subnetting ini tak ubahnya seperti sobat mempelajari matematika, murni 100% matematika. So, jadi sebelum sobat mempelajarinya, bagi siapa saja yang benci matematika, adakalanya dibuang dulu rasa bencinya terhadap matematika agar sobat bisa menyerap materi yang saya sampaikan di sini. Kemudian hal lain yang sobat harus ketahui, bahwa dalam hitung-hitungan ip addressing dan subnetting ini sobat harus bisa konversi desimal ke binary, binary ke desimal, perpangkatan, perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan, dan pastinya logika serta algoritma, itu aja seeh sebenarnya, gak sulit-sulit amat kan?.

Cara Mudah Belajar IP Addressing dan Subnetting

Berbicara mengenai IP addressing dan subnetting, ada banyak model soal yang dipaparkan, tapi inti, cara dan rumusnya tetap satu, itu-itu saja jika sobat sudah benar-benar memahami dan menguasai rumusnya. Dalam hal ini saya akan membahas contoh soal IP addressing dan subnetting yang menggunakan slash di akhirnya, karena saya anggap lebih mudah. Taruhlah jika ada soal yang bunyinya seperti ini:

“Diberikan IP address 192.224.10.210 /29”, Pertanyaannya:

1. Tentukan number of bits borrowed.
2. Tentukan total number of host address.
3. Tentukan number of usable address.
4. Tentukan total subnet.
5. Tentukan class IP address.
6. Tentukan default subnet mask.
7. Tentukan custom subnet mask.
8. Tentukan network address.
9. Tentukan broadcast address.
10. Tentukan first IP address.
11. Tentukan last IP address.
12. Tentukan rangenya.
13. Tentukan blok subnetnya.

Hayo koen!

Sebelum mulai hitung-hitungan, saya akan memperkenalkan terlebih dahulu basic serta pengetahuan tentang IP addressing itu sendiri. Tujuannya biar gak bingung nantinya ketika sudah mengerjakan soal-soal IP addressing dan subnetting.

Class IPv4 Adrress

Karena yang akan kita bahas disini tentang subnetting IPv4, maka sobat harus terlebih dahulu mengetahui bahwa IP address tebagi menjadi beberapa class.

Class A : 1-127.
Class B : 128-191.
Class C : 192-223.
Class D : 224-239. (Reserved for multicast)
Class E : 240-255. (Reserved for experimental and used for research)

Ada 5 class IPv4, namun yang umumnya dipakai dan yang sering dipakai hanya 3 class saja, yaitu: Class A, Class B, dan Class C. Adapun Class D digunakan untuk multicast, sedangkan Class E digunakan untuk research atau penelitian.

Saya rasa sobat sudah mengerti pembagian-pembagian IP untuk setiap classnya. Jadi ketika ada suatu IP yang oktet pertamanya diawali dengan angka dari 1-127, maka IP tersebut merupakan Class A, sedangkan bila ada IP yang oktet awalnya dimulai dari angka 128-191, maka IP tersbut merupakan IP class B dan begitulah seterusnya, dan terakhir yang paling penting yang harus diketahui bahwa IPv4 terdiri dari 32 bit dalam bentuk binary dan 4 oktet, setiap oktet terdiri dari 8 bit. Kalau ditulis gambarannya seperti ini: 11010100.10101111.000111010.11111111. Itu hanya contoh saja.

Kemudian, setiap kelas memiliki default subnet mask. Apa lagi sih default subnet mask itu? Untuk saat ini sobat hanya perlu tahu saja default subnet mask untuk setiap class IPv4. Adapun pengertian subnet mask itu sendiri akan saya jelaskan setelahnya.

Class A : 255.0.0.0 (11111111.00000000.00000000.00000000)
Class B : 255.255.0.0 (11111111.11111111.00000000.00000000)
Class C : 255.255.255.0 (11111111.11111111.11111111.00000000)

Itulah default subnet mask untuk setiap class. Maksudnya apa seeh? Dalam penghitungan IP addressing dan subnetting nanti, kita akan dihadapkan oleh banyak bentuk soal. Ada yg main di class A, ada yang main di Class B, ada juga yang main di Class C. Satu hal yang harus sobat ketahui bahwa pada class A, kita bermain di 3 oktet terakhir, yaitu oktet 2, 3, dan 4, artinya, ketiga oktet itulah nanti yang kita rubah-rubah nilainya, sedangkan pada oktet pertama tidak bisa kita rubah alias nilainya tetap sampai kapanpun. Sampai sini paham? Beda halnya dengan class B yang hanya main di dua oktet, yaitu oktet ketiga dan keempat, sedangkan class C main di satu oktet yaitu oktet terakhir.

Subnet Mask

Apa itu subnet mask? Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam notasi desimal bertitik (dotted decimal notation), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik. Perlu dicatat, bahwa meskipun direpresentasikan sebagai notasi desimal bertitik, subnet mask bukanlah sebuah alamat IP.

Ya, jadi seperti yang saya katakan tadi,  /29 berarti ada 29 digit kode binary yang ditulis dengan angka 1 dan setiap oktet terdiri dari 8 digit angka 1. Kalau ditulis jadi seperti ini: 11111111.11111111.11111111.11111000.  Itulah pengertian dari subnet mask.

Saya rasa sampai di sini sobat sudah ada modal dan mulai ada gambaran untuk mengerjakan soal-soal tentang subnetting dan IP addressing. Jika memang sudah, mari kita mulai kerjakan soal-soalnya.

IP ADDRESSING DAN SUBNETTING PADA IPv4 ADRRESS CLASS C
Soal: Diberikan IP address 192.224.10.210 /29, tentukan:
1. Number of bits borrowed.
2. Total number of host address.
3. Number of usable address.
4. Total subnet.
5. Class IP address.
6. Default subnet mask.
7. Custom subnet mask.
8. Network address.
9. Broadcast address.
10. First IP address.
11. Last IP address.
12. IP address range.
13. Subnet Block.
1oktet
Tak usah basa-basi, silahkan dipelajari sob! Saya akan terangkan pada satu contoh soal saja, untuk soal soal yang lain, monggo dipelajari dan dioprek sendiri ya..?! Ada beberapa poin dan algoritma yang harus sobat ketahui:

1. IP address di atas tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa IP address tersebut merupakan IP address class C. Terlihat pada gambar tersebut ada tiga oktet yang saya beri warna merah, itu artinya oktet-oktet tersebut tidak dapat dimainkan alias bernilai tetap.

2. Berikutnya bit yang ditandai dengan warna orange merupakan number of bits borrowed. Sudah sangat jelas bahwa default subnet mask pada class C adalah  11111111.11111111.11111111.00000000, jika angka satu pada digit binary melebihi dari itu maka ia disebut sebagai bits borrowed.

3. Selanjutnya font yang ditandai dengan warna hijau merupakan value atau patokan yang dapat kita gunakan untuk menentukan total number of host address. Rumusnya adalah 2x. Di mana X merupakan nilai dari banyaknya binary 0.

4. Number of usable address, atau bisa juga kita katakan jumlah host persubnet, dapat kita ketahui dengan rumus 2x-2. Di mana X merupakan nilai dari banyaknya binary 0. Kenapa dikurangi 2? Karena ada 2 alamat IP yang tidak bisa digunakan, yaitu network address, dan broadcast address.

5. Untuk mengetahui total subnet, kita bisa menggunakan rumus 2y. Di mana Y merupakan banyaknya digit binary 1 pada bits borrowed.

6. Default subnet mask class C sudah jelas.

7. Custom subnet mask, yaitu: 255.255.255.248. Darimana kita dapat angka itu? Dari slash 29 yang dipresentasikan dalam bentuk digit binary, kemudian digit binary tersebut dikonversi ke decimal, maka hasilnya adalah 255.255.255.248.

8. Ini yang paling penting, jika ketujuh algoritma tadi sudah dilakukan, maka langkah selanjutanya adalah mencari network address. Bagaimana caranya? Caranya adalah rubah IP 192.224.10.210 dalam bentuk digit binary, kemudian diAND kan dengan digit binary pada /29. Dimana hasil dari AND akan bernilai 1 apabila semua pembanding bernilai 1. Bisa dilihat hasilnya di atas setelah di AND kan adalah: 11000000.11100000.00001010.11010000. Nilai inilah yang akan kita gunakan untuk mencari broadcast address.

9. Ini juga yang paling penting. Silahkan diperhatikan baik-baik. Terlihat pada kode digit binary network address, ada angka 5 pada oktet terakhir, pada oktet-oktet sebelumnya ada angka 8, 8, 8. Maksdunya apa? Itu artinya kode digit binary dari /29 berhenti pada digit binary ke 5 pada oktet keempat dari network address 11010 (stop) 000. Kemudian lihat dibawahnya ada angka 128 64 32 16 8 4 2 1. Sobat bisa lihat di situ, bahwa digit binary 1 paling kiri bernilai 128, digit binary selanjutnya bernilai 64, dan seterusnya? Kok begitu? Itu adalah rumus. Jangan terlalu memusingkan. Kemudian cara menghitungnya: yang bernilai 000 tadi di sebelah kiri, tentunya nilainya adalah 1, 2 dan 4. Kita jumlahkan semuanya, 1 + 2 + 4 = 7. Kemudian kita lirik digit binary di bagian kanan 11010, dalam hal ini yang dianggap adalah angka 1 nya, berarti hasilnya adalah 128 + 64 + 16 = 208 + 7 = 215. Dari sini kita sudah dapat broadcast addressnya, yaitu 192.224.10.215. Oh iya, untuk menentukan broadcast address, kita pakainya OR ya apabila ada yg bernilai 1 maka hasilnya satu, atau biar gak pusing, sebut saja reverse alias kebalikannya , jadi jika ada oktet network address yang bernilai 00000000, maka kita tulis 255.

10. Langkah selanjutnya setelah didapat broadcast address, yaitu kita tinggal menentukan last IP addressnya saja, ini gampang banget. Ambil oktet terakhirnya saja dari broadcast address (215), kemudian dikurangi 1, maka hasilnya adalah 214, adapun tiga oktet di depan, dibiarkan saja seperti itu.

11. Hal yang paling mudah juga yaitu dalam menentukan first IP address. Jika dalam menentukan broadcast address kita kurangi satu pada oktet terakhir, maka dalam menentukan first ip address, kita tambahkan satu, jadi hasilnya adalah 192.224.10.209. Adapun tiga oktet di depan, biarkan seperti itu saja.

12. Yang terakhir yaitu cara menentukan range IP address. Untuk menentukan range IP address per subnet sangatlah mudah. Kita ambil network addressnya, 192.224.10.208, kemudian kita ambil broadcast addressnya, 192.224.10.215. Dari situ terlihat, dari 208-215, berapakah rangenya? Per-subnet rangenya adalah 8.

13. Oh ya, Jika ditanya usable addressnya, maka jawabannya adalah 192.224.10.209 to 192.224.10.214. Kenapa 192.224.10.208 tidak termasuk? Karena itu merupakan network address. Dan kenapa 192.224.10.215 tidak termasuk? Karena itu merupakan broadcast address. Dua-duanya tidak dapat digunakan.

14. Kemudian ini yang paling terakhir yaitu menghitung blok subnet. Cara mengetahui blok subnet adalah dengan cara: 256-248 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 8. Subnet berikutnya adalah 8 + 8 = 16. Subnet berikutnya adalah 16 + 8 = 24. Dan terus berulang sampai 32 kali (sesuai total subnet). Berarti hasilnya adalah: 0, 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, 88, 96, 104, 112, 120, 128, 136, 144, 152, 160, 168, 176, 184, 192, 200, 208, 216, 224, 232, 240, 248. Silahkan dihitung! Jumlah semuanya adalah 32.

Setelah didapat 32 angka tadi, sebagai penutupannya, kita akan mulai subnetting dari awal sampai akhir. Hhhoaamm… Banyak banget guys! Ada 32 subnet. Bisa keriting nih tangan!

SubnetRange
192.224.10.0 to 192.224.10.7
1192.224.10.8 to 192.224.10.15
2192.224.10.16 to 192.224.10.23
3192.224.10.24 to 192.224.10.31
4192.224.10.32 to 192.224.10.39
5192.224.10.40 to 192.224.10.47
6192.224.10.48 to 192.224.10.55
7192.224.10.56 to 192.224.10.63
8192.224.10.64 to 192.224.10.71
9192.224.10.72 to 192.224.10.79
10192.224.10.80 to 192.224.10.87
11192.224.10.88 to 192.224.10.95
12192.224.10.96 to 192.224.10.103
13192.224.10.104 to 192.224.10.111
14192.224.10.112 to 192.224.10.119
15192.224.10.120 to 192.224.10.127
16192.224.10.128 to 192.224.10.135
17192.224.10.136 to 192.224.10.143
18192.224.10.144 to 192.224.10.151
19192.224.10.152 to 192.224.10.159
20192.224.10.160 to 192.224.10.167
21192.224.10.168 to 192.224.10.175
22192.224.10.176 to 192.224.10.183
23192.224.10.184 to 192.224.10.191
24192.224.10.192 to 192.224.10.199
25192.224.10.200 to 192.224.10.207
26192.224.10.208 to 192.224.10.215
27192.224.10.216 to 192.224.10.223
28192.224.10.224 to 192.224.10.232
29192.224.10.232 to 192.224.10.239
30192.224.10.240 to 192.224.10.247
31192.224.10.248 to 192.224.10.255

Nah, sobat bisa lihat di situ, lengkap dengan 32 subnet atau gang –seandainya dianalogikan–. Setiap gang tadi ada dua address yang tidak bisa dipakai yaitu nama jalan alias network address, kemudian satu lagi broadcast address alias rumah pak RT atau pak RW. Pada subnet pertama, network addressnya adalah 192.224.10.0, sedangkan broadcast addressnya adalah 192.224.10.7. Dan terus berlanjut sampai subnet terakhir. Begitulah…

Tidak berhenti sampai di sini sob. Setelah ini sobat akan dihadapkan lagi oleh soal-soal seputar table tadi. Contoh-contoh soalnya adalah:

1. What is 26th subnet range?
2. What is the subnet number for the 10th subnet?
3. What is the subnet broadcast address for the 4th subnet?
4. What is the assignable address for the 6th subnet?

Itulah model-model pertanyaannya. Sangat gampang menjawabnya. Intinya jangan sampai terkecoh dengan nomor. Lihat di table, mulainya dari angka nol, jadi jika yang diminta adalah subnet ke 10, maka hitunglah dari angka 0 bukan dari angka 1, jadi jatuhnya di angka 9. Begitulah dan seterusnya.

Saya kira sudah terlalu detil dan sudah sangat dipahami. Kita lanjut pada class-class berikutnya.

IP ADDRESSING DAN SUBNETTING PADA IPv4 ADRRESS CLASS B
Soal: Diberikan IP address 153.14.208.12 /22, tentukan:
1. Number of bits borrowed.
2. Total number of host address.
3. Number of usable address.
4. Total subnet.
5. Class IP address.
6. Default subnet mask.
7. Custom subnet mask.
8. Network address.
9. Broadcast address.
10. First IP address.
11. Last IP address.
12. IP address range.
13. Subnet Block.

anjingbseng
Saya rasa tak perlu dijelaskan lagi, karena sudah sangat detil dan gamblang untuk penjelasannya di kelas C. Untuk class B ini, tinggal dimainkan saja logika dan algoritmanya!

Soal lain lagi:
Diberikan IP address 135.126.0.0 dengan custom subnet mask 255.255.255.224, tentukan broadcast address dan rangenya!
rangek
NB: Ada yang salah ketik. 8 + 8 + 8 + 3 = 27. Bukan 15.

IP ADDRESSING DAN SUBNETTING PADA IPv4 ADRRESS CLASS A
Soal: Diberikan IP address 10.3.5.1 /15, tentukan:
1. Number of bits borrowed.
2. Total number of host address.
3. Number of usable address.
4. Total subnet.
5. Class IP address.
6. Default subnet mask.
7. Custom subnet mask.
8. Network address.
9. Broadcast address.
10. First IP address.
11. Last IP address.
12. IP address range.
13. Subnet Block.

3oktetek

Soal lain lagi: Diberikan IP address 10.1.24.0 /21
lagi1

Soal lain lagi: Diberikan IP address 10.201.0.0 /16
lagi2

Jika masih kurang dengan soal-soal tadi, sobat bisa meluncur ke link berikut ini:
http://cisco.camre.ac.uk/CCNA-R-S_ITN/course/module8/index.html#8.1.3.7

Mungkin hanya itu yang bisa sampaikan, semoga tutorial ini bermanfaat untuk semua orang yang sedang berusaha dan bekerja keras belajar networking agar mendapat sertifikat international CCNA dari cisco tentunya.

Tutorial tadi merupakan pengembangan dari tutorial yang ditulis oleh Romi Satria Wahono dari blognya:
http://romisatriawahono.net/2006/02/11/memahami-penghitungan-subnetting-dengan-mudah/

Kursus bahasa arab berkualitas

19 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. mutyakun@gmail.com'

    Maksih keren banget sgt membantu tnx

    Reply
  2. ahmadsugandi718@gmail.com'

    thabk you sob, very helpme

    Reply
  3. putri07@gmail.com'

    Mau tanya yang point ini ” 14. Kemudian ini yang paling terakhir yaitu menghitung blok subnet. Cara mengetahui blok subnet adalah dengan cara: 256-248 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 8. ” Itu yang 256 nya didapat dari mana ya? Memang sudah ketentuan atau bagaimana? Terimakasih

    Reply
  4. maslenfernandohutabarat@gmail.com'

    gan mau tanya jika network address 10.0.0.0/9 10.0.0.0/17 10.0.0.0/25 itu bagaimana y cara perhitunganya

    Reply
  5. nirovski101@gmail.com'

    Maksud di “AND” kan apa sih?

    Reply
  6. nirovski101@gmail.com'

    Sama “OR” pas saat menentukan broadcast adress

    Reply
  7. nirovski101@gmail.com'

    Itu yang 208-215 knp bisa jadi 8_

    Reply
  8. Pingback: Belajar Subnetting, Contoh Soal dan Kasusnya – Kernelbaru

  9. antosensei26@gmail.com'

    mantab gan artikelnya! ijin belajar

    Reply
  10. rudiaruy@gmail.com'

    yahannu sawak nt,,,

    Reply