Belajar Bahasa Pemrograman, Mulai Dari Mana? | KafeinKode

Kursus bahasa arab berkualitas

Belajar Bahasa Pemrograman, Mulai Dari Mana?

Anonim Sat, September 12, 2015 No Comments 1,496 views



Setiap tujuan yang ingin kita capai, kita harus memulainya di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat. Start yang baik adalah awal dari segalanya. Salah satu pertanyaan yang terbesit pada jiwa programmer pemula adalah, untuk belajar bahasa pemrograman, mulai dari mana? atau pertanyaan lain, untuk menjadi programmer maka kita harus memulainya dari mana? Inilah yang akan kita bahas pada artikel ini.

Ada dua tahap yang harus dilakukan untuk mencetak seorang programmer yang berkualitas.
1. Membuat fondasi yang kuat.
2. Mulai membangun dan mengasah skillnya secara bertahap.
Tahapan pertama merupakan tahapan yang mutlak harus dipenuhi oleh setiap orang yang ingin menjadi programmer, jika lulus pada tahap pertama, Anda dapat beralih pada tahap kedua,
Pada tahapan yang kedua inilah tak jarang kita dapati banyak sekali para programmer pemula yang tidak memulai start yang baik pada awal kariernya, baik itu programmer otodidak maupun programmer-programmer yang dididik oleh kampus-kampus IT di Indonesia pada umumnya.

Belajar-Bahasa-Pemrograman,-Mulai-Dari-Mana?

Sedikit kita coba berkaca dengan apa yang pernah diungkapkan oleh Romi Satria Wahono pada salah satu artikel yang ia tulis di blognya (http://romisatriawahono.net/2009/04/13/wajibnya-skill-coding-bagi-mahasiswa-computing/), beliau menjelaskan secara panjang lebar tentang suatu cara terbaik dalam mempelajari suatu bahasa pemrograman, dari pengalamannya yang pernah ia dapat ketika ia masih mengenyam bangku kuliah di Jepang, yaitu dengan fokus pada bahasa pemrograman tertentu sampai ia menguasai. Di sisi lain, beliau juga menyebutkan borok suatu prinsip atau cara yang digunakan oleh banyak kampus IT di Indonesia dalam mendidik mahasiswanya mempelajari bahasa pemrograman, yaitu dengan melahap semua bahasa pemrograman dalam waktu yang singkat. Secara terbuka sebenarnya Saya sangat setuju dengan pendapatnya, kita bisa dapati pada kampus-kampus IT tertentu di Indonesia, pada semester satu, semua mahasiswa IT dididik dan diberikan materi pembelajaran bahasa pemrograman C++, lalu di semester III semua mahasiswa IT dididik dan diberikan materi pembelajaran bahasa pemrograman VB6, lalu di semester IV semua mahasiswa IT dididik dan diberikan materi pembelajaran bahasa pemrograman delphi, lalu di semester V dan IV, semua mahasiswa IT dididik dan diberikan materi pembelajaran bahasa pemrograman yang berbasis web.

Sobat semuanya, mari kita coba bandingkan cara mempelajari bahasa pemrograman yang diangkapkan oleh pak Romi, dengan apa yang digunakan pada banyak kampus IT di Indonesia, yaitu dengan melahap seluruh bahasa pemrograman dalam sekejap. Apa yang bisa kita dapatkan dengan kita melahap seluruh bahasa pemrograman dalam sekejap? Apakah dengan kita melahap semua bahasa pemrograman kita dapat menjadi seorang spesialis pada bahasa pemrograman tertentu? Jawabannya: TIDAK!! sama sekali TIDAK!! Waktu yang kita miliki sangatlah terbatas, dan akal kita tak mampu untuk menampung seluruh bahasa pemrograman dalam sekejap. Dan yang terpenting, dengan kita melahap seluruh bahasa pemrograman, justru akan membuat kita menjadi programmer GADO-GADO, programmer yang hanya sebatas memahami dan tidak menguasai bahasa pemrograman tertentu. Programmer semacam ini tidak akan pernah dibutuhkan di dunia kerja. Karena pada hakekatnya dunia kerja hanyalah membutuhkan programmer-programmer yang memiliki keahlian, bukan yang paham setengah-setengah.

Sobat semuanya, setelah kita membaca artikel di atas secara panjang lebar dan mengambil pelajaran di dalamnya, di akhir kata ini saya akan coba memberikan suatu cara atau pedoman untuk menentukan bahasa pemrograman mana yang ingin Anda fokuskan, Anda akan terlebih dahulu dihadapkan pada beberapa penyataan dan pertimbangan. Ada setidaknya 2 pertanyaan atau 2 poin yang dapat Anda jadikan pertimbangan, di antaranya:

1. Web Based atau Desktop Based?
2. Bahasa pemrograman mana yang paling populer?

Silahkan Anda pilih di antara dua poin itu, jika sobat menunjuk poin kedua sebagai tumpuan, artinya sobat ingin fokus pada bahasa pemrograman tertentu berdasarkan bahasa pemrograman yang paling populer, sobat bisa melihat list bahasa pemrograman populer yang banyak digunakan saat ini:
top-tech-620px-1436797486093
Seperti yang dilansir oleh IEEE Spectrum, sobat bisa melihat di situ ada 10 bahasa pemrograman paling populer di tahun 2015, dan bahasa pemrograman Java menduduki peringkat pertama bahasa pemrograman populer yang banyak digunakan saat ini. Sekedar informasi, sobat semuanya sebagaimana yang telah kita ketahui, yang sedang hot beberapa tahun terakhir ini adalah Android, banyak orang yang berlomba-lomba menciptakan aplikasi Android, dan tau gak? bahasa pemrograman apa yang dipakai untuk membuat aplikasi Android? Jawabannya adalah Java. Oleh karenanya, jika sobat ingin fokus mempelajari bahasa pemrograman berdasarkan popularitas bahasa pemrograman, Java adalah pilihan tepat bagi sobat.

Berbeda halnya jika poin pertama yang sobat ingin jadikan tumpuan, web based atau desktop based? sebelum saya menjawabnya, Saya ingin memperkenalkan kepada sobat terlebih dahulu, apa itu web based dan apa itu desktop based?

A. Desktop Based.
Yaitu aplikasi berbasis desktop. Yang Saya pahami dari aplikasi berbasis dekstop adalah aplikasi yang dapat dijalankan tanpa melalui browser. Contoh desktop based application seperti: Microsoft Office, Adobe, baik itu adobe reader, adobe photoshop dan lainnya. Contoh lain lagi seperti browser, baik itu firefox, chrome, UC browser dan masih banyak lagi. Browser diciptakan menggunakan bahasa pemrograman yang berbasis desktop.

Di antara bahasa-bahasa pemrograman populer yang digunakan untuk membuat aplikasi berbasis desktop adalah: Java, C, C#, C++, phyton (desktop based), vb.net dan masih banyak lagi.

B. Web Based.
Yaitu aplikasi yang berbasis web. Yang dimaksud dengan aplikasi berbasis web ini adalah aplikasi yang hanya bisa dijalankan melalui browser dan web server. Aplikasi berbasis web ini membutuhkan hosting, dan agar bisa diakses oleh semua orang, dibutuhkan koneksi internet. Di antara contoh aplikasi berbasis web adalah: facebook, twitter, google, blogger, CMS seperti WordPress, drupal, joomla, itu semua merupakan contoh aplikasi berbasis web.

Dan bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi berbasis web adalah: HTML, CSS, PHP, JavaScript, jQuery, SQL. Semuanya satu paket yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, artinya: Kita tidak bisa membuat aplikasi berbasis web dengan hanya mengandalkan HTML saja, tanpa CSS, PHP, JavaScript, jQuery dan SQL, semuanya perlu dilibatkan.

 

Adapun dari dua di atas jika dilihat dari segi popularitas, semuanya sebenarnya sama-sama populer. Cuma ada yang membedakan sedikit antara web based dengan desktop based. Lingkungan aplikasi yang berbasis desktop, ia hanya dapat diakses melalui komputer yang memang sudah terinstall oleh aplikasi tersebut dan tidak bersifat public shared seperti halnya aplikasi berbasis web.  Sedangkan aplikasi berbasis web, jangkauannya lebih luas dibanding dengan lingkungan aplikasi desktop based, artinya: aplikasi berbasis web bisa diakses lewat banyak media seperti: Computer PC, tablet, dan juga smatphone, selain itu adanya elemen-elemen lain yang masuk pada jangkauan aplikasi yang berbasis web ini seperti SEO, internet marketing, bisnis online dan semacamnya. Karena sifatnya yang public shared, banyak pada akhirnya yang memilih untuk fokus mendalami bahasa pemrograman berbasis web ini, ini juga dimanfaatkan oleh blogger dan juga internet marketer untuk mengeruk keuntungan.

Jadi mana yang lebih baik? Secara umum semuanya sama-sama baik, terserah sobat, apakah sobat mau fokus berdasarkan bahasa pemrograman yang populer, ataukah sobat ingin fokus berdasarkan pertimbangan web based ataukah desktop based? Inti dari semua itu adalah SKILL, KREATIVITAS, IDE dan KEBERUNTUNGAN. Semakin dewa skill, kreativitas, dan ide yang Anda miliki, semakin besar kesempatan sobat untuk kaya raya, mengeruk banyak uang dari soft skill yang Anda miliki, dan tentunya untuk menggapai semua itu dibutuhkan:
1. Kerja keras.
2. Passion dan bakat.
3. Doa.

Saya pribadi mempunyai seorang teman, dia adalah seorang programmer berbasis desktop, suatu waktu dia pernah menceritakan pengalamannya kepada Saya, bahwa dengan manjadi programmer desktop based sudah bisa menghasilkan puluhan juta, bahkan bisa sampai ratusan juta untuk pembuatan aplikasi accounting. Sedangkan teman saya yang lainnya pernah bercerita kepada Saya, bahwa banyak orang yang dapat milyaran dari mainan web, baik dari itu dari pembuatan aplikasi, blogging, internet marketing dan bisnis online. Setidaknya dari dua cerita itu bisa kita jadikan motivasi ke depannya, agar kita bisa lebih termotivasi, lebih giat, lebih bersemangat untuk terus bekerja keras meningkatkan skill dan kreativitas kita.

Pesan Saya yang terakhir, bahwa bahasa pemrograman sebenarnya itu-itu saja, hanya berputar putar seputar if else, array, for, operator, OOP, MVC, logika algoritma, dan sejenisnya. Maka saran saya kepada sobat hanya satu. PERDALAMI SATU BAHASA PEMROGRAMAN SAJA TERLEBIH DAHULU SAMPAI SOBAT BENAR-BENAR MENGUASAI KONSEPNYA BARU SOBAT BERALIH KE BAHASA PEMROGRAMAN YANG LAIN. Karena pada umumnya, untuk mempelajari bahasa pemrograman yang lain akan lebih mudah jika satu bahasa pemrograman telah Anda kuasai konsep OOP, MVC, juga logika dan algoritmanya. Jangan sampai Anda berpindah pindah mempelajari bahasa pemrograman seperti yang diajarkan oleh sebagian kampus-kampus IT di Indonesia, di mana satu bahasa pemrograman kita belum mengerti konsepnya secara matang, kita langsung dialihkan untuk mempelajari bahasa pemrograman lain di semester berikutnya. Apa yang bisa kita dapat?

Artikel yang Saya tulis ini cukup panjang, kiranya kita cukupkan sampai di sini, semoga bermanfaat.

Kursus bahasa arab berkualitas

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *