8 Tips Membuat Foto Produk yang Menarik

Saad Abdurrazaq Sat, December 10, 2016 No Comments 1,485 views
8-Tips-Membuat-Foto-Produk-yang-Menarik

Belajar dari pengalaman, saya akan coba berbagi cara tentang 8 tips membuat foto produk yang menarik. Dalam menjual barang tentunya tidak cukup jika kita menjual barang hanya dengan promosi tanpa memperhatikan aspek yang terbilang cukup penting, yaitu teknik mengambil foto produk agar terlihat menarik. Ada beberapa pertimbangan dan cara yang harus dilakukan atau ditempuh agar foto produk yang kita ambil terlihat menarik dan eye catching, sehingga para pembeli tertarik dengan produk yang kita jual.

Mau tau apa saja 8 tips membuat foto produk yang menarik? Berikut tips-tips yang bisa saya sampaikan.

8 Tips Membuat Foto Produk yang Menarik

1. Gunakan background putih
Foto produk biasanya identik menggunakan background putih agar terlihat fokus dan eye catching. Sobat bisa menjadikan tembok putih bersih dan tanpa coretan sebagai background, namun akan lebih baik lagi jika sobat membeli kain khusus untuk background di toko-toko yang menjual peralatan seputar kamera dan sejenisnya. Pengalaman saya membeli background putih di pasar baru Jakarta, 3 meteran harganya 150 ribu. Untuk produk yang ukurannya kecil seperti sepatu, atau produk-produk lainnya yang ukurannya semisal, ada baiknya sobat membeli studio mini, disitu biasanya include background putih plus lampu studio.

2. Belajarlah seni memfoto yang baik
Posisi foto sangat menentukan ketertarikan orang akan suatu produk atau tidaknya loh. Pandangan pertama biasanya memiliki kesan di hati, sehingga dampaknya orang-orang akan berlama-lama memperhatikan keindahan produk, lalu berlanjut melihat-lihat harga, informasi produk, dan pada akhirnya membuat suatu pertimbangan apakah dia akan berlanjut membeli produk tersebut ataukah tidak?
Bayangkan jika ada produk bagus, baju misalnya, katakanlah produk ini merupakan produk terbaik nomor satu di dunia dan banyak dicari, tetapi karena ketika pertama kali melihat posisi foto produk yang sangat buruk yang tidak ada seni memotretnya sama sekali, akhirnya langsung diclose begitu saja, yo rugi bandar jal… Hanya dikarenakan baru melihat fotonya sepintas langsung ditutup begitu saja? gimana gak nyesek coba?
Di bawah ini adalah contoh foto produk yang buruk dan foto produk yang lumayan baik, manakah yang menurut sobat layak dan tidak layak? Pastinya sobat sudah bisa menilai

3. Setting white balance, eksposur dan iso
Ini bisa dibilang merupakan bagian yang sangat penting ketika memfoto produk. Segala hal yang berkaitan dengan white balance, eksposur dan iso merupakan bagian dari ilmu fotografi yang harus dipelajari, dan setidaknya setiap fotografer harus memahami dan bisa menggunakan itu semua, mengaturnya sesuai dengan kebutuhan.
Saya tidak panjang lebar menjelaskan mengenai itu semua, untuk penjelasan lebih lanjut mengenai itu semua kita akan membahasnya di lain waktu.

4. Atur brightness dan contrast
Kadangkala warna foto yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita inginkan, dalam kata lain kurang tajam, ketajaman warna selain dipengaruhi oleh ISO, eksposur, dan white balance, juga dipengaruhi oleh brightness dan contrast. Tak jarang kita jumpai foto yang warnanya sangat rapuh dan kurang tajam, namun setelah diatur brightness dan contrastnya warnanya berubah menjadi sangat tajam, berbeda 90Ā° dari yang aslinya. Satu tips yang harus sobat ketahui, merubah brightness dan contrast foto sebenarnya boleh-boleh saja selama masih dalam batas yang wajar dan tidak merubah warna aslinya.

5. Resize
Pertanyaannya: “Mengapa kita harus meresize foto produk kita?”. Secara kualitas, foto yang tidak resize memang memiliki kualitas gambar yang lebih bagus, tetapi memiliki ukuran file yang cukup besar,Ā  bukanlah ide bagus untuk kita jadikan foto produk dengan ukuran file sebesar itu, selain dapat memperlambat loading blog, foto produk dengan ukuran yang begitu besar dapat membuat memory penyimpanan kita cepat habis. So, solusi yang terbaik adalah hendaknya meresize foto produk kita sampai ukurannya mencapai < 500 kb.

6. Watermark
Watermark yang bisa kita artikan sebagai sebuah tanda yang berfungsi sebagai hak cipta untuk melindungi hasil karya kita agar tidak dibajak orang lain. Selain berfungsi sebagai hak cipta, keuntungan lainnya yang bisa kita dapatkan dengan kita menggunakan watermark adalah secara tidak langsung kita telah mempromosikan produk kita sendiri, bisa berupa website dan lain sebagainya. Mengapa kita menyebutnya sebagai promosi? Jelas, apabila seseorang mengambil gambar kita untuk mereka jadikan foto produk atau foto artikel misalnya, bayangkan jika gambar tersebut tidak ada watermarknya, apa yang terjadi?, kita tidak akan dapat apa-apa, tetapi manakala gambar tersebut sudah kita berikan watermark, ya setidaknya kita telah mempromosikan produk kita kepada orang yang telah memakai gambar tersebut, singkatnya seperti itu.

7. Gunakan lampu studio
Untuk mendapatkan kualitas foto yang baik, pencahayaan juga sangat penting untuk kita perhatikan, foto yang kurang cahaya akan sangat terlihat buram, dalam beberapa hal, sekalipun dengan kita mengatur brightness dan contrastnya pun sama sekali tidak akan bisa merubahnya sesuai ekspektasi, sisi lainnya yang bisa kita dapatkan dengan kita menggunakan lampu studio, pada hasil akhirnya kita tidak lagi perlu mengatur brightness dan contrastnya.

8. Gunakan kamera berkualitas tinggi
Poin yang terakhir ini merupakan poin yang sangat penting juga untuk kita perhatikan, produk yang difoto dengan kamera berkualitas VGA jelas beda jauh dengan produk yang difoto dengan kamera 8 MP, singkatnya, semakin jelek kualitas kamera, semakin jauh hasilnya dari ekspektasi, semakin bagus kamera yang kita gunakan, semakin indah pula hasil yang kita dapatkan.

Is a web enthusiast from Indonesia. kafeinkode was created and written by Saad Abdurrazaq, it is built on WordPress. Love working with WordPress, programming, blogging, internet marketing, and all about computer soft skills.

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *